Hai semua !!
Yah akhirnya bisa kembali dengan selamat dan sehat di tanah Jawa setelah perjalanan selama 7 hari 6 malam di pulau Sumba. Ok tanpa basa basi lebih lanjut, langsung tancap ke kisah perjalanan saya.
Hari pertama, berangkat dari Soekarno Hatta airport, transit melalui Ngurai Rai airport, wah ada tenggang 3 jam ngapain ya sambil menunggu flight menuju Waingapu? Hmm, iseng2 ke Kuta saja lah foto2. Wah ternyata ramai sekali. Padahal masih tanggal 26 November, gimana nanti di December, ckckck.
Orang2 bule lagi berjemur. Hehehe. Mirip buaya yang di sungai yah suka berjemur. Hahahha. Becanda. Sorry deh kalo kebetulan ada bule yang suka berjemur membaca blog ini. Yah jeprat sana jepret sini, jalan2 kepanasan, akhirnya waktu tiba untuk kembali ke airport dan perjalanan berlanjut ke Waingapu. FYI, Waingapu ini letaknya di Sumba Timur. Kebanyakan dari tempat yang saya ingin kunjungi terletak di Sumba Barat.
Sampai di Waingapu pukul 15.30. Walah menginap juga nanggung, dan cuaca sangat mendung. Rencana ambil foto sunrise di keesokan paginya saya batalkan, saya putuskan langsung menuju ke hotel di Waikabubak di Sumba Barat. Sepanjang perjalanan banyak bentuk bukit2 yang unik.
Bentuk perbukitannya khas betul ya. Gundul2 dengan beberapa pohon hijau. Hehehe. Sayang sekali matahari sore tertutup awan, sehingga bentuk perbukitan di kejauhan menjadi kurang jelas. Yang pasti, aslinya tentu lebih indah dibandingkan gambar dong.
Foto pegunungan diambil dari dekat, wah seperti wallpaper Windows XP. Heheh.
Hmm, landscape disini berubah-ubah sepanjang tahun. Kebetulan akhir November ini sudah mulai memasuki musim hujan, jadi banyak perbukitan yang sudah mulai tumbuh rumput/pohon-pohon berdaun lagi. Yah setelah ini matahari semakin terbenam, jadilah saya tertidur di mobil. Tiba di kota Waikabubak pukul setengah sembilan malam, langsung menuju hotel, mandi, istirahat untuk kumpulkan energi buat hari berikutnya !!!!
Day 2 (27/11/2009)
Siang hari perjalanan di mulai, wuah cuaca ceraaaaaahhh sekali. Udara bersihnya minta ampun. Kalau mencuri istilah penerbangan, “jarak pandang” nya jauh. Hahaha. Mampir dulu di sawah yang masih kering. Wah tanahnya kering sekali. Hujan sudah mulai turun tapi masih sporadis.
Jalan2 di sawah cari kodok. Haha kagak lah siang2 gini mana ketemu kodok. Masih kering pula. Kebanyakan disini adalah sawah tadah hujan. Jadi kalau hujan turun, petani senang sekali.

Dari sekitan ratus kebo ketemu di jalanan, nih kebo hoki amat ya jadi modelnya berdiri di tengah. Heheh. Kebo beruntung. Dan juga gak tau gimana fotonya, tuh awan dan langit warnanya cakep bangat. Jadi inget Goku di dragon ball, naek awan kinton. Hahahaha.
Sehabis itu perjalanan langsung tancap ke pantai Marosi di selatan pulau Sumba. Sepanjang menuju ke Marosi, berhenti sekitar 5 kali untuk mengambil gambar dari berbagai bukit. Cape juga naik turun bukit terus2an. Ini beberapa yang bagus, lumayan breathtaking hehehehe.
Mantap ya. Hohoho. Warna lautnya, warna pebukitan di kejauhan. Memang hebat ini alam di pulau Sumba. Indah luar biasa.

Wah macam foto dari helikopter saja.

Ini foto dari ujung semenanjung dari foto yang diatas. Terbayang kan jadi dari foto tersebut dilanjutkan ke kirinya ada lagi pemandangan ini. Ckckck.

Ini diambil dari bukit terakhir, sebelum sampai ke pantai. Terakhir kali ke pantai ini cuman foto2 pakai kamera handphone. Kali ini balas dendam lah pakai kamera yang mendingan. Hehehe. Penyesalan tidak datang dua kali.

Horeee sampai sudah di pantai Marosi. Ini pantainya panjaaaang sekali. Ini dari tempat saya berdiri, menengok ke kanan. Foto berikut ini menengok ke kiri.

Tuh ke kiri aja masih endless beach. Berapa kilometer yah panjangnya. Gak tau. Gak bawa meteran buat ngukur. Hihihi.

Eits, ada yang sudah tidak sabaran rupanya ingin nyebur. Yah iya lah walaupun ini siang2 bolong, siapa yang gak ngiler liat air sejernih itu. Hmm, mereka berenang, saya mendingan ngapain ya. Berenang jam segini mah pakai sunblock abisin sebotol juga tetep tembus. Hmm, saya coba dekati pulau itu saja deh to take more picture.

Eng ing eng. Sampai deh di pulau kecil nan indah. Unik ya. Pulau berkarang begitu bisa tumbuh pohon besar2. Air darimana ya. Betul2 ajaib.

Nah ini dari tempat saya berdiri foto pulau tersebut, nengok ke kanan. Tuh masih panjang lagi kan kesana. Dan ajaibnya lagi. Gak ada turis2. Ini bukan rekayasa pakai photoshop dan sejenisnya lho. This is purely taken from ordinary camera, gak ada yg dihapus2, gak ada yg ditambah2. Sepiiiiiii.
Ok lanjut !! Kali ini saya akan mendekati pulau, sekalian ngadem, walah panasnya GILA. Udah serasa jadi human barbecue lah. Begitu sampai tepian pulau, heheh, adem.

Dari pulau nengok ke kanan.

Dari pulau nengok ke kiri, ke arah lautan.

Dari pulau menengok ke kiri, mengarah ke pantai. Indah banget ya. Jujur nih. Nih foto saya pakai jadi wallpaper windows saya sekarang. haha.

Iseng2 foto ke pasir, wah pasirnya juga unik. Ini bukan rekayasa. Macam sengaja di kumpul2in ato apa, yah memang semua pasirnya begini. Pasirnya bulat2 gede, jadi terasa halus bangat. Colorful pula.
Iseng2 liat ke langit. Buset. Ampe kucek2 mata. Mungkin dah kelamaan idup di Jakarta yang very very poluted.

Do you see what i see? it’s a moon in a daylight !! Waaaaaaaaaaa. Puter2 liat arah lain, jangan2 bisa keliatan mars ato planet2 laen. Oh gak tuh cuman bulan. Hihihi.
Yah sudah hari masih terik sekali, mo berenang kepanasan, saya memutuskan untuk duduk di bawah pohon rindang, nungguin sunset.

Eh ada orang penduduk asli lewat naek kuda. Waaa. Enak bener ya jalan2 sore dengan kuda di pinggir pantai. Hmmm. Mereka ini penunggang kuda yang jago2. Gak pakai pelana lansung aja di atas kuda gitu macam naik kerbau saja.Apa gak sakit ya. Tapi yah tuh orang so far so good enjoy aja keliatannya.
Eh matahari sudah dekat bangat nih dengan horizon.

Mungkin nanti ini next best candidate untuk jadi wallpaper setelah foto yang dipakai sekarang sudah bosan. Nice silhouette. Pas bener.

Ini pantainya di sore hari. Adem ya. Beda sekali dengan shot yang tadi siang.

Berenang sore2. They seem so happy. Hehehhe.

Saya kalau melihat foto yang ini, jadi merasa sepi. Huhuhuhu.

Woot. Perfect !!! No clouds !! Tak ada yang menghalangi sama sekali. I guess i’m lucky.

Tinggal seperapat dudududududu noooooooooooooo………….

Hikz. Selamat tinggal mentari ku. Ku harap kau bahagia di ujung dunia sebelah sana. APA COBA??!??!?! hahahahaha.
Yah special bonus, nih ada foto awan2 cantik, yang saya jamin no one can copy, karena bentuk awan selalu berbeda, even if you stand in the very same place in next visit.


Ya saya rasa foto awan yang manis ini menjadi penutup perjumpaan kita di kesempatan ini.
Oh iya. Special thanks dulu dong untuk semua teman yang terlibat.

Tanpa mereka, perjalanan ini adalah tidak mungkin. The entire journey would be impossible. Bahkan 1000 ucapan terima kasih pun tidak akan cukup untuk waktu yang mereka limpahkan untuk menemani saya.
I hope you enjoy this. Kita ketemu lagi ya di postingan berikutnya.
Don’t forget to love Mother Earth, then the Earth would pour its grace to you !! Peace to all of you.